Sejarah Pengadilan

Berdirinya Pengadilan Negeri Langsa ___menurut pelaku sejarah yang mengaku pernah bekerja sebagai pegawai Pengadilan Negeri Langsa___ dimulai sejak pernerintahan kolonial Belanda. Pada masa kolonial BeLanda, ada dua jenis Pengadilan yang ada di Kota Langsa, yaitu : Pengadilan Landraad yang ditugasi mengadili orang-orang nonpribumi; dan Pengadilan Musafat yang diberi kewenangan mengadili orang-orang pribumi, Sedang hakim-hakimnya, baik Landraad maupun Musafat umumnya dari orang-orang Belanda.

Setelah pemerintahan kolonial Belanda berakhir dan digantikan dengan pemerintahan Jepang, kedua jenis Pengadilan itu oleh Pemerintahan Jepang diLebur dan digabung menjadi satu Pengadilan yang diberi nama Te Ho Hoin. Pengadilan Te Ho Hoin ini diberi tugas mengadili semua golongan masyarakat, baik itu dan golongan pribumi maupun nonpribumi. Hakim-hakim Pengadilan Te Ho Hoin itu terdiri dari orang-orang pemerintahan Hindia Belanda (Pribumi) waktu itu.

Dengan berakhirnya pendudukan Jepang dan disusul era kemerdekaan RI tahun 1945 waktu itu, Pengadilan Te Ho Hoin ini diganti dengan pengadilan nasional bentukan pemerintahan R.I sendiri, yaitu Pengadilan Negeri Langsa. Daerah kerja atau daerah hukum Pengadilan Negeri Langsa ini meliputi Kabupaten Aceh Timur.

Oleh karena daerah kerja Kabupaten Aceh Timur dinilai terlalu luas, maka pada perkembangan berikutnya dibentuklah Pengadilan Negeri Kuala Simpang, yang daerah hukumnya meliputi beberapa kecamatan di bagian timur Kabupaten Aceh Timur, dan Pengadilan Negeri Idi yang mendaerahi beberapa kecamatan bagian barat Kabupaten Aceh Timur.